-
Berkatalah yang benar walaupun pahit untuk ditelan. Kerana yang pahit itu ubat dan yang manis itu racun
Translate
12 Julai 2014
25 Januari 2014
Pembongkaran : Penemuan Bahtera Nabi Nuh.
Kumpulan pengkaji dari China dan Turki yang bergabung dalam 'Noah's Ark Ministries International' pada 26 April 2010 mengumumkan bahawa mereka telah menemukan kapal @ Bahtera Nabi Nuh di Turki. Mereka mengenalpasti sisa-sisa perahu Nabi Nuh berada pada ketinggian 4.000 meter di Gunung Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur.

Gambaran Bahtera Nuh di ambil dari udara pada Gunung Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur. Live Magazine, Sept.5, 1960
Disini tao akan menceritakan pasal Kajian yang dilakukan oleh team ini terhadap bahtera Nabi Nuh
Menurut sejarah sekitar 4.800 tahun yang lalu, banjir besar berlaku di Bumi. dan menenggelamkan hampir separuh daratan dimuka bumi. Sebelum bencana mahadahsyat tersebut terjadi, Nabi Nuh nabi tiga agama, Islam, Kristian, dan Yahudi, telah diberi wahyu untuk membuat sebuah kapal besar demi menyelamatkan umat manusia dan makhluk Bumi lainnya.
Untuk membuktikan kebenaran cerita tersebut, sekumpulan pengkaji dari China dan Turki yang tergabung dalam 'Noah's Ark Ministries International' selama bertahun-tahun mencari sisa-sisa bahtera legenda tersebut. Jika apa yang diperkatakan mereka benar, para peneliti Evangelis itu telah menemukan perahu paling terkenal dalam sejarah.
Kalau korang nak tau Penelitian ini sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 1949, dan pernah diperkatakan oleh Prof. Ron Wyatt bahwa Ia bersama kumpulan arkeologinya telah menemukan lokasinya dan melakukan penggalian pada tahun 1977.

1. Awal Penemuan
Pemotretan awal oleh Angkatan Udara AS di tahun 1949 tentang adanya benda aneh di atas Gunung Ararat-Turki, dengan ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 meter)
Kemudian, awal tahun 1960, berita dalam Life Magazine: Pesawat Tentera Nasional Turki menangkap gambar sebuah benda mirip kapal di puncak gunung Ararat yang panjangnya 500 kaki (150 meter) yang dijangka perahu Nabi Nuh (The Noah’s Ark)
2. Gambar-gambar yang diambil pada tahun 1999-2000
Sesi pemotretan oleh Penerbangan AS IKONOS tahun 1999-2000 tentang jangkaan adanya kapal di Gunung Ararat yang tertutup salji.

4. Kapal Nabi Nuh di atas Gunung Ararat.

5. Tapak Kapal Nabi Nuh sebelum dibersihkan
6. Pengukuran di Atas Tapak Bekas Kapal Nabi Nuh

7. Struktur Kapal Nabi Nuh menurut para arkeologi yang menjumpainyer
8.Gambaran suasana KejadianDimana dalam tahun 1300 BC (Sebelum Masihi) terjadinya banjir yang besar. Lihat perbandingan ukuran Kapal Nabi Nuh dengan Pesawat Modern Jumbo 747.
Penelitian ini yang kemudian dilanjutkan oleh kelompok peneliti dari China dan Turki untuk membuktikan bahwa tapak tersebut memang merupakan sebuah kapal yang telah menjadi legenda dan adalah benar-benar berada di atas Gunung Ararat seperti yang telah dikatakan oleh Ron Wyatt sebelumnya.
Kumpulan yang beranggotakan 15 orang dari Hong Kong dan Turki hadir dalam konferens yang diadakan pada 26 April 2010 yang lalu.
Kepada media yang hadir sewaktu itu, mereka juga mempamerkan specimen fosil kapal yang dikatakan Kapal Nuh, seperti tali, paku, dan pecahan kayu.
Seperti yang dijelaskan para penyelidik, tali dan paku diduga digunakan untuk menyatukan kayu-kayu hingga menjadi kapal. Tali juga digunakan untuk mengikat haiwan-haiwan yang diselamatkan dari banjir besar , begitu juga dengan potongan kayu yang dibuat bersekat untuk menjaga kawanan haiwan-haiwan.
Penemuan besar ini jadi pelengkap untuk mendorong pemerintah Turki mendaftarkan tapak ini ke UNESCO agar lembaga PBB itu ikut menjaga kelestarian Kapal Nuh.
Cuaca yang sangat sejuk pada ketinggian 4.000 meter itu diyakini oleh para penyelidik dapat menjaga keadaan Kapal Nuh selama ribuan tahun.
Jika apa yang mereka temukan itu adalah benar sebuah bahtera yang pernah menjadi legenda dalam sejarah manusia, bukankah hal ini telah membuktikan kepada kita manusia bahwa pada zaman dahulu pernah terjadi bencana air banjir mahadasyhat yang menenggelamkan seisi bumi...?
Tanpa Nabi Nuh yang menyelamatkan haiwan-haiwan tersebut korang rasa masih adakah haiwan sampai sekarang yang kita masih dapat lihat pada masa ini. Sumber

Gambaran Bahtera Nuh di ambil dari udara pada Gunung Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur. Live Magazine, Sept.5, 1960
Disini tao akan menceritakan pasal Kajian yang dilakukan oleh team ini terhadap bahtera Nabi Nuh
Menurut kumpulan penyelidik tersebut, specimen yang mereka ambil memiliki usia karbon 4.800 tahun, dan agak tepat dengan timeline yang telah digambarkan dalam sejarah."Kami belum yakin 100 peratus bahwa ini benar bahtera Nuh, tapi keyakinan kami sudah 99 peratus," kata salah satu anggota team yang bertugas membuat pengambaran dokumentari, Yeung Wing, seperti dimuat dari halaman berita Turki, National Turk, 27 April 2010.
Menurut sejarah sekitar 4.800 tahun yang lalu, banjir besar berlaku di Bumi. dan menenggelamkan hampir separuh daratan dimuka bumi. Sebelum bencana mahadahsyat tersebut terjadi, Nabi Nuh nabi tiga agama, Islam, Kristian, dan Yahudi, telah diberi wahyu untuk membuat sebuah kapal besar demi menyelamatkan umat manusia dan makhluk Bumi lainnya.
Untuk membuktikan kebenaran cerita tersebut, sekumpulan pengkaji dari China dan Turki yang tergabung dalam 'Noah's Ark Ministries International' selama bertahun-tahun mencari sisa-sisa bahtera legenda tersebut. Jika apa yang diperkatakan mereka benar, para peneliti Evangelis itu telah menemukan perahu paling terkenal dalam sejarah.
Kalau korang nak tau Penelitian ini sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 1949, dan pernah diperkatakan oleh Prof. Ron Wyatt bahwa Ia bersama kumpulan arkeologinya telah menemukan lokasinya dan melakukan penggalian pada tahun 1977.

RonWyatt , 1933-1999, di museum Gatlinburg Tennessee c. 1995 1995
September 1960
September 1960
Ron Wyatt berusia 27 tahun ketika itu, bersama-sama dengan beribu-ribuorang lain, membaca rencana berikut dalam Majalah Life tentangpembentukan aneh berbentuk Kapal pada ketinggian kira-kira 6350 kaki, dipergunungan Ararat. Tidak di atas Gunung Ararat, tetapi di kaki gunungArarat kira-kira 12 kilometer dari puncak Gunung. Ararat.
Berikut ini awal penemuan oleh penelitian team antropologi yang dipimpin oleh Prof. Ron Wyatt.
1. Awal Penemuan
Pemotretan awal oleh Angkatan Udara AS di tahun 1949 tentang adanya benda aneh di atas Gunung Ararat-Turki, dengan ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 meter)


2. Gambar-gambar yang diambil pada tahun 1999-2000
Sesi pemotretan oleh Penerbangan AS IKONOS tahun 1999-2000 tentang jangkaan adanya kapal di Gunung Ararat yang tertutup salji.
3. Peta Lokasi Perahu Nabi Nuh
4. Kapal Nabi Nuh di atas Gunung Ararat.
5. Tapak Kapal Nabi Nuh sebelum dibersihkan
6. Pengukuran di Atas Tapak Bekas Kapal Nabi Nuh
8.Gambaran suasana KejadianDimana dalam tahun 1300 BC (Sebelum Masihi) terjadinya banjir yang besar. Lihat perbandingan ukuran Kapal Nabi Nuh dengan Pesawat Modern Jumbo 747.



Kepada media yang hadir sewaktu itu, mereka juga mempamerkan specimen fosil kapal yang dikatakan Kapal Nuh, seperti tali, paku, dan pecahan kayu.
Seperti yang dijelaskan para penyelidik, tali dan paku diduga digunakan untuk menyatukan kayu-kayu hingga menjadi kapal. Tali juga digunakan untuk mengikat haiwan-haiwan yang diselamatkan dari banjir besar , begitu juga dengan potongan kayu yang dibuat bersekat untuk menjaga kawanan haiwan-haiwan.
Penemuan besar ini jadi pelengkap untuk mendorong pemerintah Turki mendaftarkan tapak ini ke UNESCO agar lembaga PBB itu ikut menjaga kelestarian Kapal Nuh.
Cuaca yang sangat sejuk pada ketinggian 4.000 meter itu diyakini oleh para penyelidik dapat menjaga keadaan Kapal Nuh selama ribuan tahun.
Jika apa yang mereka temukan itu adalah benar sebuah bahtera yang pernah menjadi legenda dalam sejarah manusia, bukankah hal ini telah membuktikan kepada kita manusia bahwa pada zaman dahulu pernah terjadi bencana air banjir mahadasyhat yang menenggelamkan seisi bumi...?
Tanpa Nabi Nuh yang menyelamatkan haiwan-haiwan tersebut korang rasa masih adakah haiwan sampai sekarang yang kita masih dapat lihat pada masa ini. Sumber
Label:
Islam dan Sejarah,
Nabi Nuh
22 Januari 2014
Kisah Dari Rumah Pengasih.
"Seronok itu sementara, sengsara selama, lama, lama,
lama, lama...." begitulah mesej daripada Suhaimi Ahmad, Pengarah
Rekreasi Pengasih, pertubuhan bukan kerajaan (NGO) yang mengendalikan
pusat pemulihan penagih dadah terkemuka di negara ini, kepada mereka
yang tidak terlibat dengan penyalahgunaan dadah atau tidak mengetahui
masalah berkaitan gejala itu.
"Ia merosakkan struktur keluarga, merosakkan struktur masyarakat. Anda akan merasa terbuang, anda akan merasakan kesunyian.
"Jadi ingat, jauhi dadah. Seronok itu sementara, sengsaranya sampai ke
liang lahad. Itu sahaja pesanan saya," kata Suhami, yang juga bekas
penagih dadah tegar sebelum kehidupannya diselamatkan oleh Pengasih dan
kini menjadi seorang daripada orang kanan di NGO berkenaan.
Beliau bergelumang dengan penagihan dadah selama 22 tahun dan telah
bersih daripada gejala itu selama 18 tahun sejak menjalani rawatan dan
pemulihan di Rumah Pengasih di Bukit Tunku di tengah-tengah ibu negara
ini dan kini menabur khidmat bakti kepada mereka yang senasib dengannya
di suatu masa dahulu.
Suhaimi dalam temu ramah dengan Bernama berkata: "Memang betul
masyarakat mengatakan penagih dadah itu sampah. Memang betul. Tetapi di
kota seperti Kuala Lumpur ini, ada tiga tong sampah di tepi-tepi jalan.
"Satu untuk botol, satu untuk aluminium dan yang satu lagi untuk sampah
biasa. Sampah-sampah ini dibawa ke mana? Ke kilang untuk dikitar
semula. Begitulah juga penagih dadah macam saya dahulu, dimasukkan ke
Rumah PENGASIH, dikitar semula sehingga sekarang."
Di Rumah pengasih, beliau mendapat begitu banyak pengajaran untuk
memulakan kehidupan baharu, termasuk menjalani program pelajaran
pemulihan di Singapura, dan di Amerika Syarikat.
Rumah pengasih yang diasaskan oleh bekas penagih dadah kini telah
melebarkan fungsinya sebagai pusat pemulihan bukan berkaitan dadah
seperti penagihan alkohol, ponteng sekolah dan bekas-bekas banduan yang
bakal menyertai semula masyarakat.
NGO ini mendapat bantuan kewangan daripada agensi kerajaan seperti
Agensi Anti-Dadah Kebangsaan, Kementerian Pembangunan Wanita, Keluarga
dan Masyarakat, Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan, Majlis Agama
Islam Selangor dan sejak 2008 daripada Khazanah Nasional Berhad.
Khazanah Nasional juga membantu dalam pembangunan sumber manusia
menerusi program lestari bertujuan membolehkan bekas penagih berdikari
dengan mengadakan projek-projek keusahawanan kecil dan sederhana.
"Di rumah pengasih, kami pakai modaliti, iaitu dalam aspek bio,
psikologi, sosial dan spiritual. Kami betulkan pola pemikiran mereka,
kami betulkan balik macam mana mereka dan mengedalikan emosi dan
mengubah tingkah laku, betulkan balik soal tanggungjawab. (Tentang)
macam mana nak bertanggungjawab kepada diri sendiri, pada agama, bangsa
dan masyarakat," kata Suhaimi menjelaskan konsep pemulihan yang diguna
pakai.
Juga diamalkan ialah konsep kekeluargaan dan role model, di samping
konsep tekanan sebaya. Setelah mereka keluar, diadakan Narcotic
Anonymous Group untuk penagih dadah dan Alcoholic Anonymous Group untuk
penagih alkohol, yang berjumpa setiap minggu.
"Setiap hari akan ada kumpulan untuk penagih yang telah berjaya di luar
sana, mereka ada tempat untuk mencurah rasa, jadi tak payah
pantau-pantau," katanya.
Bagaimanapun, setelah lebih 40 tahun Malaysia melancarkan perang
terhadap penyalahahgunaan dadah, ia masih lagi merupakan masalah nombor
satu negara kerana berbeza dengan jenis dadah yang berleluasa dahulu
seperti candu, ganja, heroin dan morphin, kini terdapat "designer drugs"
seperti pil kuda, pil ecstasy, syabu dan ketamine.
"Ini orang kaya sahaja yang hisap. Saya tak sampai tahap itu. Kalau
saya hisap sekarang ni, saya tak duduk sini, saya di wad gila," tambah
Suhaimi.
Pengasih juga mengendalikan program 'Kenali Anak Kita' yang membabitkan
kempen di sekolah-sekolah dengan kerjasama Persatuan Ibu Bapa dan Guru
(PIBG). Usaha ini perlu kerana kadang-kadang ibu bapa tidak tahu anak
mereka terlibat dadah akibat tidak mengambil tahu tentang pergerakan
anak-anak.
"Ibu bapa dapat tahu anak hisap dadah masa bila? Bila polis datang ketuk rumah mereka.
"Dan walaupun kita tidak boleh buang stigma dan diskriminasi masyarakat
terhadap penagih dadah bahawa mereka sampah masyarakat atau bangkai
bernyawa, terbukti bahawa saya sebagai penagih satu ketika dahulu atau
'the walking dead of Kuala Lumpur', saya pun tak sangka saya boleh
bersih daripada dadah dan kini mengharungi kehidupan seperti hari ini,"
kata Suhaimi yang kini berusia 55 tahun dan mempunyai tiga orang cucu.
Pengasas dan Presiden Pengasih Datuk Yunus Pathi, ketika menjelaskan
lebih lanjut mengenai skop rawatan dan pemulihan NGO itu, berkata ia
kini merawat mereka yang mempunyai masalah tingkah laku.
"Ramai klien kami yang datang ke pengasih bukan hanya kerana masalah
dadah, kerana program pengasih adalah program self-empowerment, program
bawa orang itu boleh berdikari.
"Masalah penagihahan dadah serius, sampai hari ini serius. Cuma mereka
tidak lagi berada di Chow Kit. Mereka tidak lagi berkeliaran di jalan
raya. Kalau pergi pun, mungkin buat publisiti sahaja.
"Mereka sekarang adalah 'career addicts' yang bekerja dan menagih
dadah," katanya. Dan dadah yang mereka gunakan bukan lagi dadah macam
dahulu," katanya.
Menjawab soalan, Yunus berkata matlamat oleh Persatuan Negara-negara
Asia Tenggara (Asean) yang telah mengisytiharkan tahun 2015 sebagai
tahun bebas dadah tidak akan tercapai.
Sambil ketawa, beliau berkata: "Ini hanya mimpi atau angan-angan kosong
yang tidak akan menjadi realiti kerana masalah dadah di rantau ini
tetap serius seperti dahulu." - Bernama
Label:
Bernama
14 Januari 2014
Betulkah Persempadanan Semula Menguntungkan Semua Pihak?
Tan
Sri Abdul Aziz Mohd Yusof (gambar) menggesa Pakatan Rakyat (PR)
menerima persempadanan semula kerana ia menguntungkan semua pihak,
walaupun langkah tersebut dikritikdigunakan untuk mengekalkan
Umno-Barisan Nasional di tampuk kuasa.
Pengerusi Suruhanjaya Pilihan Raya (SPR) itu berkata, pembangkang perlu
berfikir dua kali sebelum menolak proses persempadanan semula.
"Sebelum menolak cadangan SPR, sepatutnya mereka kena fikir dua kali
kerana ia mungkin menguntungkan kedua-dua pihak (pembangkang dan
kerajaan)," katanya seperti dilaporkan akhbar milik Umno, Utusan
Malaysia hari ini.
SPR sebelum ini digesa menghentikan proses tersebut, selepas pendedahan
kontroversi bekas pengerusi SPR, Tan Sri Abdul Rashid Abdul Rahman
bahawa persempadanan semula pilihan raya ditentukan untuk mengekalkan
kuasa Melayu.
Pemimpin pembangkang dan pengkritik menyifatkan ia adalah bukti SPR
cuma menjadi alat kepada Umno dan BN untuk terus mengekalkan kuasa.
Kali terakhir persempadanan semula dilakukan adalah pada 2003.
Proses itu pernah dijalankan pada 1958, 1974, 1984 dan 1994. Semua
persempadanan semula dilaksanakan dalam tempoh 10 tahun kecuali antara
1958 dan 1974 (16 tahun) dan 1994 hingga 2003 (9 tahun).
Setiap kali pilihan raya umum diadakan selepas persempadanan semula, pencapaian BN akan melonjak dalam pilihan raya tersebut.
Antaranya pilihan raya 1986, 1995 dan 2004. Tiada persempadanan semula
dibuat menjelang pilihan raya 2013 kerana BN tidak mempunyai majoriti
2/3 untuk meminda perlembagaan.
Abdul Aziz yang sebelum ini dikritik teruk dalam isu dakwat kekal
berkata, makluman kajian proses tersebut akan dibentangkan kepada
Perdana Menteri, Datuk Seri Mohd Najib Razak pada April atau Mei ini.
SPR juga dijangka mula menggunakannya dalam pilihan negeri Sarawak pada 2016 nanti.
"Proses persempadanan ini akan dijalankan serentak melibatkan semenanjung, Sabah dan Sarawak.
"Insya-Allah, kita hendak guna ini dalam pilihan raya Dewan Undangan
Negeri Sarawak yang dijadual berlangsung pada Jun 2016 (setelah mandat
kerajaan negeri berakhir)," katanya.
Abdul Aziz juga mengakui cabaran yang dihadapinya kali ini adalah
ketika kerajaan persekutuan yang dipimpin BN tidak memiliki majoriti dua
pertiga di Dewan Rakyat seperti sebelum ini.
Bagaimanapun, katanya, bagi negeri yang memiliki kerajaan majoriti dua
pertiga mereka boleh pinda perlembagaan negeri untuk tambah kerusi.
"Bagi negeri yang ada majoriti dua pertiga seperti Pulau Pinang,
Selangor, Kelantan, Melaka dan Perlis daripada segi teorinya mereka
boleh lulus dan pinda perlembagaan negeri untuk tambah kerusi," katanya.
Gabungan Pilihan Raya Bersih dan Adil (Bersih 2.0) sebelum ini menggesa
SPR menghentikan persempadanan semula kerana mengatakan orang ramai
sudah hilang keyakinan kepada badan itu.
Kenyataan Presiden Bersih, Maria Chin Abdullah dibuat selepas pengakuan
Abdul Rashid bahawa amalan persempadanan semula lalu dilakukan untuk
mengekalkan kuasa orang Melayu.
Abdul Rashid memimpin SPR dalam enam daripada 13 pilihan raya umum termasuk empat persempadanan semula.
Maria memetik kritikan daripada Laporan Pemerhatian Pilihan Raya
Pemantau dan laporan Malaysia Electoral Roll Analysis Project (Merap)
serta kegagalan dakwat kekal dalam Pilihan Raya Umum ke-13.
Sebelum ini, timbul dakwaan Pengerusi dan Timbalan Pengerusi SPR juga mempunyai keahlian dalam Umno.
Keengganan SPR membersihkan senarai undi walau sudah dibuktikan juga dikritik pelbagai pihak.
Penemuan kes penyelewengan dan pelanggaran peraturan pilihan raya pada
PRU13 oleh Pemantau Pilihan Raya Rakyat (Pemantau), ditambah dengan
keengganan SPR untuk bertanggungjawab dalam kes dakwat kekal;
memuktamadkan segala dakwaan. - 13 Januari 2014.
13 Januari 2014
Mengalah Bukan Bererti Kalah Kerana Ia Untuk Kebaikkan Semua Dan Hentikan Dendam Politik.
Akhirnya Mukhriz Mengalah Dan KUIN Kembali Ke Kuala Ketil.
PROGRAM pertama Kolej Universiti Insaniah (Kuin)
selepas kerajaan negeri bertukar tangan ialah memindahkan semula pusat
pentadbiran dari kampus induk di Kuala Ketil kembali ke tapak asal yang
sempit di Mergong.
Sebaik kampus induk Kuin dirasmikan pada Disember 2012 oleh Seri
Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong, pusat pentadbiran institusi
pengajian yang menjadi kebanggaan kerajaan negeri itu berpindah dari
Mergong ke Kuala Ketil.
Semua kuliah pengajian Kuin juga turut dipindahkan secara
berperingkat. Walaupun pada peringkat awal terdapat pelbagai masalah
kerana asrama pelajar belum sempat disiapkan namun akhirnya masalah
tersebut diatasi dengan pelbagai usaha.
Ditakdirkan Pakatan Rakyak tumbang dalam PRU14, maka pentadbiran Kuin
pun bertukar tangan selepas rektornya Prof Dr. Mohd Jamil Othman
melepaskan jawatan.
Pemangku Rektor kemudian diserahkan kepada Dato’ Che Barni Mohd Nor, seorang yang bukan dari latarbelakang pengurusan akademik.
Melalui keputusan terburu-buru yang dibuat oleh kerajaan baru dan
pentadbiran baru, pusat pentadbiran kembali dipindahkan di Mergong.
Mereka memberi pelbagai alasan terhadap perpindahan tersebut. Antaranya
kerana kos pengurusan yang terlalu tinggi dan kerajaan negeri tidak sudi
membuat pelaburan dalam projek yang ibarat ‘mencurah air ke daun
keladi’.
Namun terdapat sumber dalaman menyebut bahawa antara sebab kembali ke
Mergong adalah kerana terdapat pegawai yang tinggal di Alor Setar tidak
sanggup berulang alik ke Kuala Ketil yang agak jauh. Jika benar dakwaan
ini maka teruk sungguh pegawai tadbir di bawah kerajaan BN.
Manakala sebab kerajaan negeri mahu pusat pentadbiran berpindah ke
Mergong, tidak lain tidak bukan berpunca dari sikap ego. Iyalah, jika
mereka kekal di Kuala Ketil, ia macam pengiktirafan terhadap kejayaan
yang dibuat oleh kerajaan lalu. Mukhriz yang pernah menjadi peserta
demonstrasi haram bersama segelintir kakitangan Kuin menghentam kerajaan
negeri tentulah rasa tercabar untuk mengiktiraf buah tangan Tan Sri
Ustaz Azizan Razak. Sekalipun kembali ke Mergong adalah perbuatan
'kurang cerdik' tapi bagi kerajaan Mukhriz biarlah 'kurang cerdik' asal
jangan iktiraf kecerdikan kerajaan lalu.
Di Mergong pelajar terpaksa kembali bersesak menghadiri kuliah. Siapa
yang datang lewat terpaksa berada di luar kelas, mengikuti pengajian
melalui tingkap. Di zaman siber ini semua gelagat lucu itu terakam dan
tersebar dengan pantas ke alam maya. Teruknya kerajaan BN mentadbir Kuin
menjadi bahan gelak ketawa dunia luar.
Kampus induk yang besar dan lengkap segala kemudahan tidak digunakan
sebaliknya mereka memilih suasana penuh kedhaifan. BN dapat Kuin
diibaratkan seperti kera dapat bunga.
Rektor baru
Kerajaan negeri kemudiannya memilih rektor baru iaitu Prof Datuk Mohd
Yusof Kasim. Beliau adalah orang akademik dan bukan orang politik.
Keputusan yang dibuat adalah berdasarkan campur, tolak, darab, bahagi –
pengurusan akademik. Beliau memilih untuk kembali ke kampus induk di
Kuala Ketil.
Nampaknya dalam menguruskan negeri, kerajaan Mukhriz jadi macam Lebai
Malang sekejap ke hulu, sekejap ke hilir dan kembali ke hulu. Macam Pak
Pandir, sentiasa salah dalam membuat keputusan. Macam Pak Kadok, jadi
bahan gelak ketawa orang ramai dengan gelagat baju kertasnya.
Alhamdulillah, akhirnya kerajaan negeri memanfaatkan sepenuhnya
kampus induk yang menjadi buah tangan Ustaz Azizan. Memang itu yang
sepatutnya dilakukan dari awal.
Terbaru, Mukhriz berkata kerajaan negeri bersetuju menggunakan
sepenuhnya kampus induk tahun ini, selaras dengan aspirasi kerajaan
negeri untuk melahirkan lebih ramai anak negeri yang dapat memimpin
masyarakat serta mencorakkan kehidupan masa depan yang lebih berkualiti.
Mukhriz terlewat tujuh bulan untuk mula berfikiran murni seperti itu.
Tak apalah sekurang-kurangnya lebih baik dari tidak terfikir langsung
mengenainya.
Tanggal 11 Januari baru-baru ini Istiadat Konvokesyen Ke 15 diadakan
di kampus induk Kuin Kuala Ketil, disempurnakan oleh Yang di-Pertuan
Agong. Di hadapan Agong, Mukhriz menyebut perihal pelan transformasi
Kuin menyasarkan pencapaian taraf universiti penuh menjelang tahun 2015.
Sebenarnya itulah yang dihasratkan oleh Ustaz Azizan dahulu apabila
membina kampus induk di atas tanah yang berkeluasan lebih 300 hektar itu
dengan segala prasarana yang melayakkannya untuk diiktiraf sebuah
universiti penuh.
Jika Kuin terus terperap bawah longkong tempurung macam di Mergong
maka sampai bila-bila Kuin tidak jadi sebuah universiti penuh.
Ustaz Azizan juga pernah mensasarkan suatu masa Kuin akan mencapai
kedudukan kewangan yang stabil serta tidak bergantung lagi pada kerajaan
negeri, walaupun pada peringkat awal ia seolah menjadi bebanan kepada
negeri.
“Kuin juga dijangka mencapai kelestarian kewangan dan mampu berdikari
mulai 2017,” itu ucapan Mukhriz selepas tujuh bulan mendapat Kuin yang
ditinggalkan Ustaz Azizan.
Mukhriz membuktikan kebenaran wawasan Ustaz Azizan walaupun terpaksa menempelak muka sendiri dengan sikap dan tindakan lalu.
Label:
HarakahDaily
08 Januari 2014
Masjid Nabi SAW Akan Dirobohkan?
Baru-baru ini akhbar “The Independent” melaporkan rancangan Arab Saudi untuk meruntuhkan salah satu daripada tiga buah masjid tertua di dunia yang menjadi mercu tanda kesayangan seluruh umat Islam, iaitu Masjid Nabawi di Madinah. Projek pembangunan itu akan bermula sebaik saja musim haji tahun ini berakhir.
Menurut laporan tersebut, kebanyakan kerja-kerja pembinaan bagi Masjid Nabawi akan dijalankan di kawasan barat masjid tersebut dan apabila siap nanti, dijangkakan ianya akan mampu menempatkan manusia paling ramai di dunia iaitu seramai 1.6 juta orang jemaah.
Namun di sebalik pembangunan yang menelan belanja SR25 bilion (RM20.5 bilion) itu timbul pula kebimbangan di kalangan umat Islam apabila melibatkan pemusnahan kesan-kesan tinggalan terpenting dalam sejarah Islam terutamanya kubah hijau di masjid berkenaan yang menaungi makam junjungan besar Nabi Muhammad SAW.
Kemarahan telah mula timbul di negara tersebut apabila kerajaan beraja Bani Saud itu tidak mengendahkan tinggalan sejarah penting di antaranya seperti rumah isteri Nabi Muhammad SAW iaitu Khadijah RA di dalam projek pembangunan Mekah.
Perobohan kubah hijau masjid Nabawi itu dibimbangi akan menjejaskan makam yang menempatkan Rasulullah SAW dan dua sahabatnya iaitu Saidina Abu Bakar As-Siddiq RA dan Saidina Umar al-Khattab RA yang betul-betul terletak dibawah kubah tersebut.
Selain masjid-masjid yang dibina sempena Abu Bakar dan Umar, bakal turut dimusnahkan adalah Masjid Ghamama yang juga mempunyai nilai yang amat penting dalam sejarah umat Islam.
Setakat ini tidak ada perancangan oleh pihak Saudi untuk memelihara masjid tersebut. Mengikut sejarah, masjid ini dinamakan Ghamama ialah kerana di masjid inilah Nabi SAW membuat solat Istisqah (mohon hujan).
Perkataan Ghamama bermaksud awan yang muncul secara tiba-tiba dan membawa hujan selepas Nabi SAW selesai mengerjakan solat tersebut.
Banyak lagi peristiwa sejarah di zaman Nabi SAW berlaku di masjid tersebut yang sepatutnya dipelihara oleh pemerintah Islam sebagai pengajaran untuk umat Islam di masa hadapan. Untuk maklumat boleh rujuk disinihttp://www.islamiclandmarks.com/saudi/madinah/other/masjid_ghamama.html
Antara pihak yang melahirkan kebimbangan ialah Dr. Irfan al-Alawi dari “Islamic Heritage Foundation”. Beliau menyatakan;
” Tidak dapat dinafikan Madinah perlu dibangunkan, tetapi cara pihak berkuasa menanganinya adalah amat membimbangkan “.
Beliau menyatakan lagi;
” Terdapat berbagai cara untuk membangunkannya yang boleh mengelak atau memelihara tempat bersejarah dalam Islam tetapi sebaliknya mereka memilih untuk merobohkan kesemuanya”.
Teguran paling keras dibuat oleh Syed Zaid Zaman Hamid seorang penganalisis ketenteraan Pakistan apabila beliau menempelak kerajaan Saudi dengan perbuatan syirik apabila berusaha memelihara patung berhala di Madain Saleh tetapi di masa yang sama meruntuhkan masjid-masjid yang dibina oleh para sahabat di sekitar Mekah dan Madinah.
Beliau menggesa supaya umat Islam seluruh dunia mengemukakan bantahan sama ada secara bertulis atau sebagainya di mana-mana kedutaannya terhadap tindakan Arab Saudi tersebut.
Kata beliau lagi, ini bukan isu mazhab tetapi isu melibatkan sejarah dan maruah umat Islam, keimanan dan kecintaan terhadap Rasulullah SAW dan para tabi’in yang banyak berjasa terhadap Islam.
Apakah sikap umat Islam kalau Yahudi melakukan perobohan terhadap Masjid al-Aqsa? Sudah tentu umat Islam akan terus mengisytiharkan perang, tetapi apakah kita berdiam diri jika pencapaian umat Islam lebih 1400 tahun dimusnahkan begitu sahaja oleh orang Islam sendiri tanpa sebarang bantahan?
Dengan tambang yang semakin murah dan kenaikan jumlah umat yang datang untuk menunaikan kewajiban, Mekah dan Madinah perlu bergelut dengan 12 juta jemaah yang datang setiap tahun – jumlah ini dijangkakan meningkat sebanyak 17 juta pada tahun 2025.
Dr al-Alawi berkata lagi, “Umat Islam langsung tidak memberikan sebarang respon terhadap perkara ini sedangkan ketika filem yang dikeluarkan tentang Rasulullah SAW mendapat tentangan yang hebat dari serata dunia, walhal, kelulusan bagi projek merobohkan tempat lahir Rasulullah, tempat Baginda solat dan menyampaikan ajaran Islam langsung tidak ditentang.”
Perbandingan kedudukan di antara Masjid Nabawi yang baharu dengan yang asal. Selepas proses pembesaran selesai titik fokus para jemaah bukan lagi terhadap Makam Nabi SAW.
Kebanyakan peserta kempen memelihara Mekah dan Madinah serta rakyat tempatan terkejut apabila melihat sebahagian kawasan bandar-bandar tersebut dirobohkan untuk pembinaan pusat-pusat membeli-belah, hotel-hotel mewah dan bangunan pencakar langit.
Dijangkakan bahawa 95 peratus daripada keseluruhan bangunan-bangunan yang berusia 1,000 tahun yang terdapat di bandar-bandar tersebut telah dimusnahkan dalam tempoh 20 tahun.
Di Mekah, Masjid al-Haram, kawasan yang paling suci bagi seluruh umat Islam kini dibayangi oleh kompleks bangunan Jabal Omar yang mempunyai apartmen-apartmen, hotel-hotel serta menara jam yang besar.
Bagi membina kompleks tersebut, pihak berkuasa Saudi telah memusnahkan Kubu Ajyad yang terbina sejak dari era Uthmaniyyah dan juga bukit yang terdapat di kawasan tersebut.
Antara kawasan lain yang dimusnahkan termasuk tempat lahir Rasulullah – kini menjadi perpustakaan – dan juga rumah isteri pertama Baginda, Khadijah, yang digantikan dengan blok tandas awam.
Pihak kerajaan menyatakan bahawa lebih banyak hotel-hotel murah telah dibina bagi jemaah-jemaah yang kurang berkemampuan, walaupun ada yang mengatakan bahawa kebiasaanya, jemaah-jemaah tersebut ditempatkan di kawasan yang jauh sedikit dari kota suci.
Sehingga baru-baru ini, kerja-kerja pembangunan semula bagi kota Madinah agak sedikit perlahan berbanding dengan kota Mekah, walaupun beberapa tapak sejarah telah dimusnahkan.
Antara yang dimusnahkan adalah lima masjid-masjid yang dibina untuk memperingati Perang Khandaq – antara sejarah-sejarah terpenting dalam perkembangan Islam – hanya dua yang masih tidak dirobohkan.
10 tahun lalu, sebuah masjid yang dimiliki oleh cucu Rasulullah telah diletupkan.
Gambar-gambar letupan tersebut telah diambil secara rahsia yang kemudiannya disebarkan menunjukkan pihak berkuasa meraikan keruntuhan masjid tersebut.
Pengabaian sejarah awal Islam sedikit sebanyak memperjelaskan penggunaan pemahaman Wahabi dalam rejim tersebut, pemahaman yang menentang apa jua perkara yang mungkin menggalakkan umat Islam daripada menyembah ikon-ikon Islam.
Dalam kebanyakan negara-negara Islam, sememangnya terdapat makam-makan yang dibina bagi tokoh-tokoh besar, amalan melawat kubur juga adalah sesuatu yang biasa.
Namun, pemahaman Wahabi menganggap bahawa perkara tersebut adalah sesuatu yang dilarang…bida’ah!
Dr al-Alawi bimbang bahawa pembangunan semula Masjid an-Nabawi mungkin akan mengalihkan perhatian orang ramai daripada makam Baginda Rasulullah.
Kawasan yang menandakan makam Rasulullah dilindungi oleh kubah hijau yang menjadikan kawasan tumpuan bagi masjid tersebut.
Namun, dengan pelan baru ini, makam tersebut akan menjadi kawasan Timur keseluruhan masjid tersebut (lapan kali dari saiz asal masjid) dan dilengkapi dengan mimbar baru.
Pelan tersebut juga dijangkakan akan memusnahkan bahagian tengah masjid. Kawasan tersebut membentuk Riyadh al-Jannah (Taman Syurga), bahagian yang Rasulullah katakan paling suci bagi masjid tersebut.
“Alasan mereka adalah, mereka mahu membina lebih banyak ruang (20 bahagian) pada masjid tersebut yang mampu memuatkan 1.6 juta umat Islam pada satu-satu masa,” kata Dr al-Alawi.
“Tidak masuk akal langsung. Apa yang mereka benar-benar mahukan adalah untuk mengalihkan perhatian umat daripada tempat Rasulullah dikebumikan.”
Satu risalah yang diterbitkan pada tahun 2007 oleh Kementerian Hal Ehwal Islam – dan diakui oleh Mufti Besar Arab Saudi, Sheikh Abdulaziz – telah membuat tuntutan agar kubah tersebut dimusnahkan dan makam bagi Rasulullah, Abu Bakar dan Umar supaya diratakan.
Sheikh Ibn al-Uthaymeen, salah seorang ulama Wahabi yang terkenal pada abad ke-20 juga telah membuat tuntutan yang sama.
Inikah tanda-tanda kerosakan di Madinah yang dimaksudkan oleh junjungan besar Rasulullah SAW sebagaimana yang dicatatkan di dalam hadis di bawah.
Berkata Muadz ibn Jabal RA, bahawasanya Rasulullah SAW bersabda:
“Makmurnya Baitul Maqdis merupakan kerosakan bagi Yatsrib (Madinah), rosaknya Yatsrib (Madinah) sebagai tanda dimulainya al-Malhamah, dimulainya al-Malhamah merupakan pembebasan bagi Kostantinopel, dan pembebasan Kostantinopel sebagai tanda keluarnya Dajjal”, lalu Muadz ibn Jabal memukulkan tangannya ke paha atau pundak orang yang sedang diajaknya bicara, sambil berkata: Sungguh ini pasti terjadi, sebagaimana pastinya engkau duduk di sini.” (Hadis Hasan riwayat Abu Dawud)
Label:
Islam dan Sejarah
Langgan:
Catatan (Atom)
4U2C Posts
News Story
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
SELSEMA
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-




